MOROWALI, TOPKOTA.co – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid mendorong seluruh kabupaten dan kota di daerah itu segera memiliki Sekolah Rakyat sebagai langkah mempercepat peningkatan kualitas pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
Hal tersebut disampaikan gubernur saat rapat kerja bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para bupati dan wali kota se-Sulawesi Tengah di Morowali. Bertempat di Gedung Serbaguna, Kelurahan Matano, Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Rabu (13/5/2026).
Menurut gubernur, program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden RI menjadi peluang besar bagi daerah untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang terintegrasi dan dibiayai penuh oleh pemerintah.
“Kalau seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah punya Sekolah Rakyat, berarti ada sekitar 14 ribu anak dari keluarga desil 1 dan desil 2 yang bisa sekolah gratis dan dibiayai penuh, ” ujarnya.
Ia menjelaskan, satu Sekolah Rakyat terpadu mampu menampung hingga seribu siswa mulai tingkat SD, SMP hingga SMA. Seluruh siswa berasal dari keluarga miskin dan seluruh kebutuhan pendidikan maupun kebutuhan hidup mereka ditanggung pemerintah. “Mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut, makan dan seluruh kebutuhan mereka dibiayai, ” katanya.
Gubernur menyebut, saat ini Kabupaten Tojo Una-Una dan Kabupaten Sigi sudah memiliki Sekolah Rakyat. Ia pun meminta kepala daerah lain segera menyiapkan lahan agar program tersebut bisa direalisasikan di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.
“Kalau belum ada tanah, gunakan APBD untuk pembebasan lahan. Kita tidak rugi. Kalau hanya tujuh hektare mungkin sekitar Rp7 miliar, tapi bangunan sekolahnya bisa mencapai hampir Rp300 miliar, ” jelasnya.
Ia berharap dalam tiga bulan ke depan seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah sudah memiliki kesiapan pembangunan Sekolah Rakyat.
Menurutnya, program tersebut bukan hanya membantu pendidikan anak-anak miskin, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga mereka. Sebab pemerintah pusat juga akan melakukan perbaikan rumah bagi orang tua siswa penerima manfaat Sekolah Rakyat.
“Sekarang anak-anak yang masuk Sekolah Rakyat, rumah orang tuanya juga langsung diperbaiki melalui program rumah tidak layak huni. Ini luar biasa untuk membangun sumber daya manusia, ” ungkapnya.
Gubernur juga mengingatkan para kepala daerah agar tidak memandang program Presiden sebagai program pusat semata, melainkan program bersama yang harus disukseskan oleh seluruh pemerintah daerah.
“Yang masyarakat lihat adalah siapa yang bekerja di lapangan. Jadi kita harus tampil di depan menyukseskan program ini, ” pungkas mantan Bupati Morowali dua periode itu. (Rpdm)








