BATU BARA, TOPKOTA.co – Setelah puluhan tahun dinantikan masyarakat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) akhirnya merealisasikan pembangunan Jalan Provinsi yang menghubungkan Pagurawan, Kabupaten Batu Bara, hingga perbatasan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Selasa (4/8/2026).
Pembangunan infrastruktur yang diperkirakan bernilai puluhan miliar rupiah tersebut disambut dengan rasa syukur oleh masyarakat. Selama bertahun-tahun, kondisi jalan yang rusak menjadi keluhan utama warga karena menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga mobilitas sehari-hari.
Kini, alat berat mulai bekerja melakukan perbaikan badan jalan sebagai tahap awal sebelum proses pengaspalan dilakukan. Meski aktivitas pekerjaan menyebabkan debu cukup tebal di sepanjang ruas jalan, warga mengaku tidak merasa terganggu. Bagi mereka, debu tersebut justru menjadi tanda bahwa pembangunan yang telah lama dinanti akhirnya benar-benar dimulai.
“Kami sangat senang melihat jalan ini akhirnya diperbaiki. Walaupun sekarang berdebu, kami menikmati debu itu karena menandakan pembangunan sedang berjalan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang telah memperhatikan daerah kami. Harapan kami hanya satu, semoga pengaspalannya segera diselesaikan dan tidak berhenti di tengah jalan seperti pengalaman sebelumnya,” ujar salah seorang pedagang kaki lima yang berjualan di sepanjang ruas jalan tersebut.
Masyarakat berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga tuntas sehingga jalan tersebut dapat segera dinikmati. Kehadiran jalan yang baik diyakini akan memperlancar arus transportasi, menekan biaya distribusi barang, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Pagurawan dan sekitarnya.
Pembangunan ruas jalan ini juga menjadi simbol hadirnya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Warga berharap kualitas pekerjaan tetap dijaga agar jalan yang dibangun memiliki daya tahan yang baik dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Bagi masyarakat Pagurawan hingga wilayah Nanasiam, pembangunan ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan jawaban atas penantian panjang selama puluhan tahun untuk mendapatkan akses jalan yang layak. (Ayu)









