SCROLL KE ATAS UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Bupati Labuhanbatu Hadiri Rakornas di Bogor

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype
Bupati Labuhanbatu dr H Erik Adtrada Ritonga MKM saat menghadiri Rakornas bersama kepala daerah dan Forkopimda se-Indonesia, di Sentul International Convention Centre Bogor Jawa Barat, Rabu (18/01/2023). (Foto: Diskominfo Labuhanbatu)

LABUHANBATU, TOPKOTA.co – Bupati Labuhanbatu dr H Erik Adtrada Ritonga MKM turut hadir dalam agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bersama kepala daerah dan Forkopimda se-Indonesia, di Sentul International Convention Centre Bogor Jawa Barat, Rabu (18/01/2023).

Kegiatan tersebut terkait upaya penguatan pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi bersama seluruh unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) se-Indonesia, dan dibuka langsung oleh Presiden RI Ir Joko Widodo.

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menyampaikan pentingnya memperkuat pertumbuhan ekonomi dari segala sektor dalam upaya pengendalian inflasi. Bahkan, ucapan apresiasi turut disampaikan Presiden Jokowi ketika berjuang melawan Covid-19 berkat kerja keras segala pihak.

Bupati Labuhanbatu dr H Erik Adtrada Ritonga MKM saat menghadiri Rakornas bersama kepala daerah dan Forkopimda se-Indonesia, di Sentul International Convention Centre Bogor Jawa Barat, Rabu (18/01/2023). (Foto: Diskominfo Labuhanbatu)

Presiden mengatakan bahwa saat ini sebanyak 448 juta masyarakat Indonesia telah mendapat suntikan vaksinasi. Menurutnya itu bukan pekerjaan yang mudah, tapi kerjasama TNI-Polri, gubernur dan bupati/walikota, maka penyebaran Covid-19 dapat terkendali.

Untuk ekonomi kata Jokowi, meskipun saat ini Indonesia berada di posisi yang baik, di kuartal ketiga bisa tumbuh 5.72 persen dibandingkan dengan negara-negara lain. “Tetapi, meskipun kita bisa melalui tahun turbulensi ekonomi di 2022, hati-hati tahun 2023,” ungkapnya.

Kepada seluruh yang hadir, Jokowi meminta agar tetap berhati-hati dan harus bekerja keras mendeteksi informasi dan data-data yang ada di lapangan, sehingga jangan sampai keliru membuat kebijakan. Sebab, sekecil apapun kebijakan itu menurut Jokowi, harus berbasis pada data dan fakta-fakta di lapangan. (Dy)