IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Ratusan Warga Desa Topogaro Demo Polres Morowali, Desak Pelaku Kasus Dana Tali Asih Diseret Ke Ranah Hukum

MOROWALI, TOPKOTA.co – Ratusan warga Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat, menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Morowali, Senin (18/5/2026). Massa yang tergabung dalam organisasi Laskar Merah Putih itu turun ke jalan untuk mendesak aparat kepolisian segera menuntaskan dugaan kasus penggelapan dana tali asih kompensasi jalan tani Desa Topogaro.

Aksi yang dipimpin Koordinator Lapangan (Korlap) Irwan Budiwan tersebut berlangsung penuh semangat dibawah panas terik sinar matahari, dengan membawa spanduk dan menyampaikan orasi suara masyarakat, massa meminta kepastian hukum atas dugaan penyalahgunaan dana kompensasi yang nilainya mencapai Rp.443 juta.

Suasana siang itu di depan Mapolres Morowali dipenuhi teriakan tuntutan warga yang meminta aparat penegak hukum bekerja secara profesional, transparan, dan tidak tebang pilih dalam menangani perkara tersebut.

Dalam orasinya, Irwan Budiwan menegaskan bahwa masyarakat datang bukan untuk mencari kegaduhan, melainkan menuntut kejelasan terhadap proses hukum yang dinilai berjalan lambat.

“Kami datang untuk meminta kejelasan penanganan kasus dana tali asih masyarakat Topogaro. Jangan sampai persoalan ini terus berlarut-larut tanpa kepastian. Jika memang ada pelanggaran hukum, kami meminta pelakunya diproses sesuai aturan yang berlaku, ” tegas Irwan di hadapan massa aksi.

BACA JUGA:  Longki Djanggola Tiba di Morowali, Wabup Iriane Iliyas Berikan Sambutan Hangat

Menurutnya, dana tali asih tersebut merupakan hak masyarakat yang seharusnya dikelola secara terbuka dan bertanggung jawab. Karena itu, warga berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap fakta yang sebenarnya.

Aksi demonstrasi mendapat pengawalan dari aparat kepolisian dan berlangsung dalam keadaan tertib, dan kemudian massa aksi diterima pihak Polres Morowali untuk mendengarkan penjelasan terkait perkembangan penanganan perkara tersebut.

Menanggapi tuntutan warga, Kasat Reskrim Polres Morowali AKP Wawan Kurnadi, S.Tr.K., S.I.K., melalui KBO Reskrim IPTU Abd Hamid Daeng Mapato, SH menyampaikan bahwa kasus dugaan penggelapan dana kompensasi jalan tani Desa Topogaro saat ini masih berada pada tahap penyelidikan.

“Untuk laporan dugaan penggelapan dana kompensasi jalan tani Desa Topogaro, saat ini kami masih melakukan proses penyelidikan. Kasus tersebut belum masuk tahap penyidikan, ” ujar IPTU Abd Hamid.

Ia menjelaskan, penyidik masih membutuhkan sejumlah keterangan tambahan, termasuk dari pihak perusahaan dan ahli pidana sebelum perkara dinaikkan ke tahap penyidikan.

“Kalau untuk penetapan tersangka, itu nanti setelah fakta peristiwa pidananya sudah jelas. Setelah dilakukan gelar perkara dan masuk tahap penyidikan, baru bisa ditetapkan siapa tersangkanya, ” jelasnya.

BACA JUGA:  PT Vale Serah Terima Renovasi PKM Bahomotefe ke Pemda Morowali

Dalam proses penyelidikan, Satreskrim Polres Morowali juga telah memeriksa bendahara tim tali asih bernama Ahmad. Dari hasil pemeriksaan sementara, dana kompensasi sebesar Rp443 juta yang sebelumnya dilaporkan diduga digelapkan disebut masih ada.

“Kami telah melakukan penyelidikan dengan mengundang bendahara tim tali asih saudara Ahmad. Saat itu yang bersangkutan membawa langsung dana tali asih tersebut dan hasilnya kami melihat langsung dana tersebut masih ada sejumlah Rp443 juta, ” ungkap IPTU Abd Hamid.

Meski demikian, pihak kepolisian belum melakukan penyitaan terhadap uang tersebut karena perkara masih berada pada tahap penyelidikan.

Pihak Polres Morowali menegaskan komitmennya untuk menangani laporan dugaan penggelapan dana tali asih tersebut secara profesional dan sesuai prosedur hukum yang berlaku. “Kami dari Sat Reskrim berkomitmen menangani secara profesional laporan dugaan tindak pidana penggelapan dana tali asih ganti rugi lahan jalan tani Desa Topogaro tersebut, ” tambahnya.

Di akhir keterangannya, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif serta mempercayakan proses hukum kepada aparat penegak hukum.

BACA JUGA:  Bupati Morowali Tegaskan OPD, Buat Program Prioritas

Sementara itu, bagi warga Topogaro, aksi tersebut menjadi bentuk harapan agar kasus dana tali asih yang kini menjadi perhatian masyarakat luas dapat segera menemukan titik terang dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak. (Rpdm)

BERITA TERKINI

BERITA TERPOPULER