IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

7,8 Persen Warga Asahan Masih “Bergelut” Dalam Kemiskinan

ASAHAN, TOPKOTA.co – Sebanyak 7,18 persen atau 59. 206 jiwa lebih dari sejumlah 824.597 jiwa warga Asahan, masih “bergelut” atau berjuang dalam kemiskinan di tahun 2025. Angka kemiskinan itu menurun hampir 1 persen dari sejumlah 8,12 persen pada tahun 2024 lalu.

Data warga miskin tersebut terungkap dalam Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Asahan tahun 2025 yang disampaikan Wakil Bupati Asahan Rianto SH MAP di Rapat Paripurna DPRD Asahan yang digelar di Aula Rapat Rambate Rata Raya Kantor DPRD Asahan, Senin (30/03/2026).

Jumlah penurunan angkat kemiskinan yang disampaikan Bupati Asahan dalam Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Asahan Efi Irwansyah Pane MKM itu, terlihat berbanding tipis dengan pertumbuhan penduduk Asahan dalam 1 tahun. Tahun 2025 pertumbuhan penduduk Asahan meningkat sebesar 1,34 persen. Dari sejumlah 813.720 jiwa pada tahun 2024 menjadi 824.597 jiwa, dengan kepadatan penduduk 220,90 jiwa / KM 2.

Tidak hanya itu, dalam laporan capaian indikator makro tersebut Bupati Asahan juga merincikan jumlah angka pengangguran terbuka di Asahan. Menurutnya, jumlah tingkat pengangguran terbuka di Asahan menurun sebesar 0,48 persen pada tahun 2025. Dari sejumlah 5,94 persen pada tahun 2024, menjadi 5,46 persen di tahun 2025.

BACA JUGA:  Bupati Asahan Lepas Gerak Jalan Santai Meriahkan Hut RI Ke-79

Selain menyampaikan permasalahan tersebut, Bupati Asahan juga memaparkan berbagai persoalan lainnya seperti masalah pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Konstan (ADHK), kondisi keuangan dan pembiayaan daerah, pendapatan, pembangunan daerah serta indikator kinerja sesuai 9 program priorotas daerah.

Berdasarkan pengungkapannya, IPM Asahan mengalami peningkatan dari sejumlah 74,17 persen pada 2024 menjadi 75,13 persen pada 2025. Angkat tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 1,29 persen atau daoat dikatakan dalam kategori tinggi. Untuk PDRBd ADHB dari sebesar Rp. 57,45 triliun tahun 2024 menjadi sebesar Rp.63,14 triliun tahun 2025 atau mengalami pertumbuhan sebesar 6,42 persen. PDRB ADHK tahun 2024 sebesar Rp.31,34 triliun dan tahun 2025 meningkat menjadi Rp.32,78 triliun. Angka tersebut juga menunjukkan bahwa PDRB ADHK tahun 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 4,59 persen. (Dwf)

BERITA TERKINI

BERITA TERPOPULER