SERDANGBEDAGAI – Wakil Bupati Serdang Bedagai (Wabup Sergai) Adlin Tambunan secara resmi membuka kegiatan Bazar Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi yang dirangkaikan dengan Gerakan Pasar Murah (GPM), bertempat di halaman Masjid Agung Sergai, Sei Rampah, Senin (23/2/2026).
Kegiatan yang akan berlangsung hingga 2 Maret 2026 ini melibatkan 60 stand pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Turut mendampingi dalam pembukaan tersebut Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Sergai Ny. Hj. Aini Zetara Adlin Tambunan.
Dalam sambutannya, Wabup Adlin Tambunan menyampaikan bahwa pelaksanaan Bazar Ramadan merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sergai terhadap masyarakat sekaligus bentuk dukungan nyata kepada pelaku UMKM lokal.
Menurutnya, momentum bulan suci Ramadan tidak hanya menjadi ajang peningkatan ibadah, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan menguatkan kebersamaan.
“Bazar Ramadan ini menjadi ruang syiar kebersamaan, saling membantu, dan saling mendukung guna meraih keberkahan di bulan suci,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap memasuki bulan Ramadan, antusiasme masyarakat untuk mencari menu berbuka puasa atau takjil cenderung meningkat. Kondisi tersebut berdampak pada naiknya kebutuhan konsumsi rumah tangga, termasuk sembilan bahan pokok, yang kerap memicu fluktuasi harga di pasaran.
Menyikapi hal itu, Pemkab Sergai mengambil langkah cepat dan terukur dengan menggelar Bazar Ramadan UMKM yang dirangkai dengan Gerakan Pasar Murah oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Ini adalah langkah sinergi kolaboratif untuk memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, terutama di tengah potensi kenaikan harga pangan. Kita ingin Ramadan tahun ini dijalani dengan lebih tenang dan nyaman,” katanya.
Doktor Studi Pembangunan ini juga mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak dan tidak berlebihan.
Ia menegaskan, perilaku konsumtif yang berlebihan justru dapat berdampak kurang baik, baik bagi kondisi ekonomi keluarga maupun stabilitas pasar.
Pada kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pelaku UMKM, dan pihak terkait yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia berharap kehadiran 60 stand UMKM selama sepekan penuh ini mampu meningkatkan pendapatan pelaku usaha lokal serta menggerakkan roda perekonomian daerah.
(End/endang)









