IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Palang Pintu Perlintasan KA di Sei Buluh Rusak Hampir Tiga Bulan, Warga Khawatir Timbulkan Korban Jiwa

SERGAI, TOPKOTA.co – Warga mengeluhkan kondisi palang pintu perlintasan kereta api di Desa Sei Buluh, jalur menuju kawasan wisata pantai, yang dilaporkan telah rusak dan tidak berfungsi selama hampir tiga bulan.
Jumaat 5/6/2026

Menurut keterangan warga, kerusakan tersebut terjadi sejak Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kondisi itu dinilai sangat membahayakan pengguna jalan dan dikhawatirkan dapat memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang tersebut.

Warga menyebutkan, belum lama ini seorang aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Serdang Bedagai menjadi korban tertabrak kereta api di lokasi tersebut. Mereka berharap perbaikan segera dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

“Sebelumnya perlintasan kereta api ini memang sering terjadi kecelakaan. Bahkan sudah banyak korban jiwa, mayoritas merupakan wisatawan yang hendak menuju Pantai Cermin Kembar, Pantai Romantis maupun kawasan Pantai Mangrove,” ujar seorang warga.

Ia menambahkan, dengan tidak berfungsinya palang pintu perlintasan, risiko kecelakaan semakin tinggi, terutama pada akhir pekan dan musim liburan saat arus kendaraan menuju objek wisata meningkat.

BACA JUGA:  Gempa di Aceh Selatan Getarannya Sampai ke Kota Sidikalang Dairi

“Korban sudah cukup banyak. Ditambah palang pintu juga tidak berfungsi, kami khawatir akan ada lagi korban jiwa. Kami berharap palang pintu ini segera diperbaiki,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Serdang Bedagai, Gunawan, saat dikonfirmasi melalui layanan WhatsApp menjelaskan bahwa terdapat dua titik perlintasan kereta api yang palang pintunya mengalami kerusakan dan hingga kini belum diperbaiki.

Sebagai langkah antisipasi, Dishub Sergai telah menempatkan personel untuk berjaga selama 24 jam di lokasi guna membantu mengatur lalu lintas dan mengurangi risiko kecelakaan.

“Ada dua titik palang pintu kereta api yang tidak berfungsi, yaitu di Desa Melati II dan Desa Sei Buluh. Untuk sementara, kami menyiagakan personel selama 24 jam,” ujar Gunawan.

Ia menjelaskan, pihaknya telah dua kali melayangkan surat kepada Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sumatera Utara agar segera melakukan perbaikan. Menurutnya, kewenangan perbaikan dan pengelolaan fasilitas tersebut berada di bawah BPKA.

“Kami sudah dua kali menyurati pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan, namun sampai sekarang belum terlaksana. Kami berharap BPKA Sumut dapat segera menindaklanjuti agar keselamatan masyarakat tetap terjamin,” pungkasnya. (End)

BACA JUGA:  Patroli Gabungan Bersama Stackholder, Polres Batubara Sasar Hotel, Wisma dan Penginapan

BERITA TERKINI

BERITA TERPOPULER