IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Korban Penculikan dan Penganiayaan Telah Divisum, Danramil 0201-03/Medan Denai: “Sangat Prihatin Akan Hal Ini, Kita Kejar Secara Hukum”

MEDAN, TOPKOTA.co – Rahmadsyah, korban perbuatan sadis dengan melakukan penculikan dan penganiayaan oleh puluhan orang atas perintah GS, telah melakukan visum di RS Bhayangkara, Senin (1/6/2026).

Menurut keterangan Serka Dedek Andiruka, ternyata adiknya terlebih dahulu kepalanya dipukul dengan tongkat bisbol, kemudian dibacok.

“Itu keterangan dokter yang menyampaikan waktu pertama sekali di RS Muhammadiyah, makanya ada retakan dikepala bagian belakangnya sepanjang 2 atau 3 centimeter,” kata Dedek, Senin (1/6/2026).

Selanjutnya Danramil 0201-03/Medan Denai Kapten Inf Hendri Sihombing yang mengetahui adik anggotanya mengalami penganiayaan sadis tersebut angkat bicara.

Menurut Kapten Inf Hendri Sihombing kepada wartawan, Senin (1/6/2026), bahwa dirinya turut prihatin atas musibah terhadap korban yang tak lain adik kandung dari anggotanya Serka Dedek Andiruka di Koramil 0201-03/Medan Denai.

Lanjut pria yang baru bertugas sekitar 4 bulan di Koramil 0201-03/Medan Denai, Jalan Bromo, Medan ini, bahwa dirinya yang mengetahui perbuatan sadis sekelompok orang yang dikabarkan suruhan GS terhadap adik kandung dari anggotanya, membuatnya tetap memonitor hal perkembangan kasus tersebut, serta melakukan pengejaran secara hukum. “Monitor, kita kejar secara hukum,” ungkapnya, Senin (1/6/2026)

Sebelumnya diberitakan mengenai belum ditangkapnya para pelaku penculikan dan penganiayaan secara sadis terhadap korban oleh aparat kepolisian, menimbulkan pertanyaan di masyarakat, terutama warga sekitar kejadian yang semakin resah dan tak merasa nyaman, karena belum juga diamankan para pelaku suruhan GS yang kerab melakukan semena-mena terhadap warga yang tak sepaham.

Belum juga dilakukan penindakkan terhadap para pelaku anggota suruhan GS yang melakukan penganiayaan sadis itu, memunculkan Tagline di warga Sumatera Utara “Percuma Lapor Polisi”.

Menurut salah seorang warga daerah Jermal yang tak ingin disebutkan namanya, Minggu (31/5/2026), bahwa sudah tak asing lagi masyarakat mendengar nama GS dan para anggotanya yang tergabung dalam satu ormas, kerab melakukan perbuatan melanggar hukum, tak hanya kartel narkoba dan kasus penganiayaan, juga kasus pengerusakan serta penipuan yang telah dilaporkan pihak kepolisian.

BACA JUGA:  Hasil Ops Pekat Toba 2024, 2 Orang Dibina Polres Samosir dan 1 Orang Ditahan

“Kita terlalu sering mendengar GS ditetapkan DPO, setelah Barak-barak narkobanya dibombardir dan puluhan anggotanya ditangkap. Tapi buktinya GS masih berkeliaran dan beberapa titik narkobanya masih tetap berjalan, walau tak sebebas dahulu. Mengenai pengerusakan, pernah kita dengar salah satu korban bernama panggilan Kaduk, rumahnya dirusak dan seorang Pengacara dipanggil Aci juga mengalami hal yang sama, dimana rumahnya disiram kotoran oleh anggota GS, serta seorang bermarga Banjarnahor juga melaporkan GS di Polrestabes Medan. Semua laporan tersebut tak kunjung berjalan, seakan mengambang dan juga diamankannya GS dan para anggotanya. Wajar kita apatis akan apapun tentang laporan mengenai GS dan para anggotanya, hingga Tagline “Percuma Lapor Polisi” yang ada dalam masyarakat Sumut, terkait GS dan para anggotanya,” ungkap warga itu.

Hal yang sama juga disampaikan Ani, warga jalan Menteng, Medan, Minggu (31/5/2026), bahwa sudah sering kita mendengar dan melihat Berita-berita tentang GS dan para anggotanya selama ini sudah sangat meresahkan warga dan dilaporkan ke Polisi, tapi kenyataan tak juga diamnakannya GS dan para anggotanya.

“Wajar jika kalimat “Percuma Lapor Polisi” yang berkembang di Masyarakat Sumut berkait tentang GS dan kroninya, apalagi muncul konferensi pers oleh utusan GS yang mengatakan bahwa namanya dikaitkan dan dicemarkan oleh oknum tertentu. Helloo.. Pak Polisi, Uda cukup semua, masyarakat bodoh bisa tahu siapa dalangnya, tinggal buktikan keseriusan polisi untuk menangkap dan mengungkapnya. Capek nonton film yang diulang ulang. Wajar jika slogan “Percuma Lapor Polisi” yang kini tertanam di Masyarakat Sumut, terutama Kota Medan,” jelas Ani.

BACA JUGA:  Nyaris Bentrok, Dua Kelompok Pemuda di Tanjung Morawa Ditangkap Polisi

Kejadian penculikan dan penganiayaan hingga mengalami luka bacokan yang dialami Rahmadsyah, di jalan Jermal 7 Ujung, Desa Amplas, Kec Percut Sei Tuan, Kab Deli Serdang oleh sekitar 50 orang lebih, salah satu ormas atas suruhan GS pada Sabtu, (30/5/2026) sekira pukul 19:00 WIB, kini dikabarkan bahwa salah seorang teman Rahmadsyah yang bernama Bram, turut Serta menjadi korban penculikan dan penganiayaan hingga dikabarkan mengalami kehilangan Jari-Jari tangannya dan hingga kini masih belum tahu keberadaannya.

Menurut Serka Dedek Andiruka, abang kandung dari Rahmadsyah, dirinya yang malam itu (30/5/2026), mengetahui adiknya telah diculik sekelompok pemuda berkisar 50 orang lebih, atas suruhan GS, akhirnya mencari beberapa jaringan teman untuk dapat menghubungi GS dan me whatsApp nya dengan kalimat, “agar kau kembalikan adik aku dalam keadaan apapun juga”

“Makanya tak lama kemudian adiknya diletakan lalu ditinggalkan di RS Muhammadiyah Jalan Mandala By Pass, Medan,” Ungkap pria yang berdinas di Kodim 0201-Medan/ Koramil 03 Medan Denai, Minggu (31/5/2026).

Selanjutnya Dedek kembali menuturkan bahwa saat kejadian penculikan yang terlebih dahulu dilakukan penganiayaan, tak hanya Rahmadsyah, ternyata Rahmadsyah mengatakan bahwa teman bernama Bram, pemuda berumur 20 an, anak penjual pecal, warga Jalan Jermal 7, Komplek Veteran, Kec Medan Denai, juga diculik dan dianiaya.

“Ternyata ada korban lain selain adik aku yang diculik mereka. Informasinya kondisi putus Jari jari tangannya dan sampai sekarang, si Bram itu belum pulang ke rumah. Katanya masih disekap sama anggota GS,” tuturnya Dedek.

BACA JUGA:  GSN di Medang Deras, Pelaku Kabur Tinggalkan Alat Hisap di Dua Lokasi

Mengakhiri Dedek Andiruka kembali mengatakan bahwa perlakukan kelompok suruhan GS tersebut sudah melebihi dari PKI.

“Dirinya meminta agar para pelaku dan penyuruhnya GS segera dilakukan penangkapan. Kelakukan kelompok itu selama ini juga telah membuat ketidak nyamanan warga sekitar, apalagi kejadian biadab ini membuat warga semakin tidak nyaman jika para pelaku tidak ditangkap,” jelasnya.

Berawal sekelompok pemuda dalam salah satu ormas, sekitar 50 orang suruhan GS, melakukan penculikan dan penganiayaan adik dari anggota TNI, Serka Dedek Andiruka.

Hal itu terjadi terhadap Rahmadsyah (45) di jalan Jermal 7 Ujung, Desa Amplas, Kec Percut Sei Tuan, Kab Deli Serdang pada Sabtu, (30/5/2026) sekira pukul 19:00 WIB.

Dimana Rahmadsyah yang sedang berada di rumah kontrakan miliknya Tiba-tiba diserang sekelompok pemuda dan langsung melakukan penculikan, kemudian dilakukan penganiayaan hingga mengalami lubang bacok sekujur tubuh dan kepala, lalu seperti anggota PKI tak berhati, membuang korban di depan ke RS Muhammadiyah, Jalan Mandala By Pass, Medan

Dalam rekaman keterangan korban, dirinya didatangi sekitar 50 orang suruhan atas nama Guntur yang disebut mereka sebagai ketua.

“Yang bacok si Is pakai kelewang, satu lagi yang gondrong agak tua, si Abah, si Ahak juga, ada 50 orang. yang gondrong Soek bilang mati kau mat,mati kau mat, ini perintah Guntur, ini perintah Ketua Guntur. Perintah, matikan matikan ini perintah ketua,”kata Rahmadsyah dalam rekaman yang diterima.

Saat ini pihak keluarga telah melaporkan hal itu ke Polrestabes Medan berdasarkan Laporan Polisi No LP/B/2299/V/2026/SPKT/Restabes Medan, tanggal 30-05-2026. (Ayu)

BERITA TERKINI

BERITA TERPOPULER