BATU BARA, TOPKOTA.co – Pimpinan Cabang Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Batu Bara bersama Ikatan Sarjana Al Washliyah menegaskan sikap menolak narasi tendensius terkait isu dugaan penutupan Sungai Badak Mati oleh PT MNA.
Ketua PC HIMMAH Batu Bara, Muhammad Yassir Pratama, menyebut pemberitaan yang berkembang perlu disikapi bijak agar tidak menggiring opini publik dan merusak stabilitas daerah.
“Kami mengajak masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum utuh dan berimbang. Persoalan harus diselesaikan lewat mekanisme yang tepat,” ujar Yassir.
Ketua ISARAH Batu Bara, Feri, menilai pendekatan agitasi publik justru dapat memperburuk iklim investasi di Kabupaten Batu Bara. “Kita harus lihat persoalan ini komprehensif. Batu Bara sedang berkembang dan butuh kepercayaan investor,” ungkap Feri.
Menurutnya, jika isu terus digoreng tanpa dasar kuat, dampaknya menghambat masuknya investasi baru ke daerah. HIMMAH dan ISARAH menyoroti pentingnya keberadaan investor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kehadiran investor telah berkontribusi nyata dalam penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan Upah Minimum Kabupaten,” tambah Yassir.
Feri menegaskan keberlangsungan investasi berkaitan erat dengan stabilitas sosial dan politik di daerah. “Jika suasana tidak kondusif akibat narasi tidak bertanggung jawab, yang rugi bukan hanya investor, tapi juga pekerja yang bergantung pada sektor industri,” katanya.
Kedua organisasi mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan mendukung pemerintah daerah menyelesaikan persoalan secara bijaksana dan berkeadilan.
“Kami percaya Pemkab punya komitmen menyelesaikan masalah dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat luas. Mari kawal dengan cara elegan, bukan memperkeruh suasana,” tutup Yassir. (Solong)









