MEDAN, TOPKOTA.co – Dialog Interaktif Halo Polisi Polda Sumatera Utara kali ini menampilkan narasumber dari Polrestabes Medan, dengan topik “Operasi Keselamatan Toba 2023, Mari Tertib Berlalu Lintas Demi Keselamatan Bersama”, di chanel RRI Medan 94,3 FM Pro, Rabu (15/03/2023).
Sebagai narasumber AKP Syahri Ramadhan SH jabatan Kanit Kamsel, dan Ipda Abd Malik jabatan Panit Kamsel Polrestabes Medan, yang didampingi Paur Subbid Penmas dan Aiptu Widodo Baur Subbid Penmas, serta dipandu oleh host dari RRI Medan Dessy Utami.
Banyak pertanyaan yang disampaikan oleh host maupun pemirsa mengenai operasi ini, seperti apa alasan dan tujuan terbesar Operasi Keselamatan Toba 2023, berapa titik lokasi operasi, kelengkapan berkendara, ciri ciri pelanggar, target operasi, tindakan terhadap pelanggar, pelanggaran yang sering terjadi, bolehkah teman-teman sebaya kooperatif dalam operasi ini.
“Alasan dari operasi ini karena cukup banyak pelanggar-pelanggar berlalu lintas, seperti menerobos traffic light, melawan arah, berkendara ugal-ugalan, tanpa menggunakan helm standard SNI (pelanggar kasat mata) dan tanpa dilengkapi surat-surat kendaraan serta SIM, dan ini juga termasuk ciri-ciri para pelanggar lalu lintas,” ungkap AKP Syahri Ramadhan SH.
Beliau mengatakan Operasi Keselamatan Toba 2023 untuk wilayah hukum Polrestabes Medan ada 10 titik, yakni 6 titik rawan kecelakaan, dan begitu juga dengan ETTE (Tilang Elektronik) juga sudah terpasang di 10 titik.
Kanit Kamsel Polretabes Medan ini juga menjabarkan target operasi agar pengendara mentaati peraturan berlalu lintas, lengkapi persyaratan yang kasat mata maupun yang bukan kasat mata.
“Dalam operasi ini bagi pelanggar akan mendapat teguran dan imbauan agar tumbuh kesadarannya tentang resiko apabila tidak mentaati peraturan. Bagi teman-teman sebaya yang mau kooperatif terhadap Operasi Keselamatan Toba 2023 boleh-boleh saja, mulailah dari anda, berilah contoh kepada masyarakat bagaimana berkendaraan dengan benar,” ungkapnya.
Mengenai tilang elektronik ini lanjutnya, bagi pelanggar akan dikirimkan surat konfirmasi via jasa Pos. “Gunanya konfirmasi ini anda bisa menjelaskan bahwa apa kendaraan sudah pindah tangan apa belum, masalah denda pelanggar akan dikenakan sangsi maksimal, dan apabila ini tidak diselesaikan, maka akan dibebankan pada saat pembayaran pajak kendaraan,” jelasnya. (Ayu/red)