IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Penculikan dan Penganiayaan Puluhan Pemuda Suruhan GS, Dikabarkan Satu Korban Lagi Masih Diculik dan Disiksa Hingga Jari-Jari Tangan Putus

MEDAN, TOPKOTA.co – Terkait penculikan dan penganiayaan hingga mengalami luka bacokan yang dialami Rahmadsyah, di jalan Jermal 7 Ujung, Desa Amplas, Kec Percut Sei Tuan, Kab Deli Serdang oleh sekitar 50 orang lebih, salah satu ormas atas suruhan GS pada Sabtu, (30/5/2026) sekira pukul 19:00 WIB, kini dikabarkan bahwa salah seorang teman Rahmadsyah yang bernama Bram, juga diculik dan dianiaya hingga dikabarkan mengalami kehilangan Jari-Jari tangannya dan hingga kini masih disekap.

Menurut Anggota TNI, Serka Dedek Andiruka, Abang dari Rahmadsyah, dirinya yang malam itu (30/5/2026), mengetahui adiknya telah diculik sekelompok pemuda berkisar 50 orang lebih, atas suruhan GS, akhirnya mencari beberapa jaringan teman untuk dapat menghubungi GS dan me whatsApp nya dengan kalimat, “agar kau kembalikan adik aku dalam keadaan apapun juga”

“Makanya tak lama kemudian adiknya diletakan lalu ditinggalkan di RS Muhammadiyah Jalan Mandala By Pass, Medan,” Ungkap Dedek, Minggu (31/5/2026).

Selanjutnya Dedek kembali menuturkan bahwa saat kejadian penculikan yang terlebih dahulu dilakukan penganiayaan, tak hanya Rahmadsyah, tetapi juga dialami teman Rahmadsyah yang bernama Bram, pemuda berumur 20 an, anak penjual pecal, warga Jalan Jermal 7, Komplek Veteran, Kec Medan Denai.

BACA JUGA:  Polres Batubara Tangkap 2 DPO Pelaku TPPO di Riau

“Ternyata ada korban lain selain adik aku yang diculik mereka. Informasinya kondisi putus Jari jari tangannya dan sampai sekarang, si Bram itu belum pulang ke rumah. Katanya masih disekap sama anggota GS,” tuturnya.

Mengakhiri Dedek Andiruka kembali mengatakan bahwa perlakukan kelompok suruhan GS tersebut sudah melebihi dari PKI.

“Dirinya meminta agar para pelaku dan penyuruhnya GS segera dilakukan penangkapan. Kelakukan kelompok itu selama ini juga telah membuat ketidak nyamanan warga sekitar, apalagi kejadian biadab ini membuat warga semakin tidak nyaman jika para pelaku tidak ditangkap,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan sekelompok pemuda dalam salah satu ormas, sekitar 50 orang suruhan GS, melakukan penculikan dan penganiayaan adik dari anggota TNI, Serka Dedek Andiruka.

Hal itu terjadi terhadap Rahmadsyah (45) di jalan Jermal 7 Ujung, Desa Amplas, Kec Percut Sei Tuan, Kab Deli Serdang pada Sabtu, (30/5/2026) sekira pukul 19:00 WIB.

Dimana Rahmadsyah yang sedang berada di rumah kontrakan miliknya Tiba-tiba diserang sekelompok pemuda dan langsung melakukan penculikan, kemudian dilakukan penganiayaan hingga mengalami lubang bacok sekujur tubuh dan kepala, lalu seperti anggota PKI tak berhati, membuang korban di depan ke RS Muhammadiyah, Jalan Mandala By Pass, Medan

BACA JUGA:  Tim Gabungan Reskrim Polsek Delitua Ringkus 2 Pelaku Curat dan 5 Penadahnya

Informasi dihimpun, korban diserang di rumah kontrakannya, kemudian diculik dan disiksa dengan pembacokan menggunakan kelewang, lalu dibuang di depan RS Muhammadiyah, Medan

Dalam rekaman keterangan korban, dirinya didatangi sekitar 50 orang suruhan atas nama Guntur yang disebut mereka sebagai ketua.

“Yang bacok si Is pakai kelewang, satu lagi yang gondrong agak tua, si Abah, si Ahak juga, ada 50 orang. yang gondrong Soek bilang mati kau mat,mati kau mat, ini perintah Guntur, ini perintah Ketua Guntur. Perintah, matikan matikan ini perintah ketua,”kata Rahmadsyah dalam rekaman yang diterima.

Serka Dede Andiruka, Abang dari Rahmadsyah ketika dikonfirmasi, Minggu (31/5/2026), mengatakan bahwa adiknya sebelumnya diserang dan culik lalu disiksa,kemudian dibuang ke RS Muhammadiyah.

“Saat ini kita telah membuat laporan ke Polrestabes Medan dan Laporannya ada sam Pengacara kita, sudah saya minta Laporannya, tapi belum diangkat, mungkin masih istirahat karena sampai jam 5 pagi kami bubar,” ungkapnya.

Lanjut Dede, bahwa adiknya yang tadi di RS Muhammadiyah dirujuk ke RS Bhayangkara, namun ditolak dan kembali kami bawa ke RS Muhammadiyah, kembali ditolak, kemudian dibawa ke RS Murni Teguh juga ditolak.

BACA JUGA:  Sumut Menjadi Daerah Rawan Narkotika, Kapolda dan Pangdam Ikuti Ratas dengan Presiden

“Akhirnya kami bawa si rumah kakak kami,. Nggak taulah kenapa ditolak, bingung juga bang,” pungkasnya. (Ayu)

BERITA TERKINI

BERITA TERPOPULER