SERDANG BEDAGAI – Aliran sungai yang melintasi Dusun I dan Dusun II, Desa Liberia, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), diduga tercemar limbah pengolahan ubi, Senin (19/1/2026).
Akibat pencemaran tersebut, sejumlah ikan ditemukan mati mengapung, sementara sebagian lainnya terlihat dalam kondisi mabuk di sepanjang aliran sungai.
Warga di sekitar lokasi mengaku resah dengan kondisi sungai yang berubah menjadi keruh dan menimbulkan bau tak sedap. Pencemaran ini juga berdampak pada ekosistem sungai yang selama ini menjadi sumber kehidupan biota air dan lingkungan sekitar.
Jumiran, warga Dusun II, mengatakan kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi beberapa tahun lalu. Namun, menurutnya, pencemaran kali ini jauh lebih parah karena hampir tidak ditemukan lagi udang maupun ikan hidup di sungai tersebut.
“Yang mati kebanyakan ikan pahitan, ikan lain sudah tidak ada,” ujar Jumiran.
Ia menduga pencemaran berasal dari aliran pembuangan limbah pabrik pengolahan ubi yang berada di kawasan hulu sungai. Limbah tersebut diduga mengalir ke sungai hingga menyebabkan ikan-ikan mati dan mengapung di permukaan air.
Kondisi ini membuat warga khawatir terhadap dampak jangka panjang bagi ekosistem sungai. Selain merusak lingkungan, pencemaran sungai juga dinilai berpotensi mengancam kesehatan masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran sungai.
Sementara itu, Kepala Desa Liberia, Syaifuddin, membenarkan adanya laporan warga terkait dugaan pencemaran limbah tersebut.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah desa langsung berkoordinasi dengan aparat terkait setelah menerima informasi dari kepala dusun.
“Tadi sudah turun petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan pihak Kepolisian untuk melihat langsung ke lokasi.
Begitu dapat laporan dari Kepala Dusun, langsung saya perintahkan untuk mendampingi instansi terkait,” kata Syaifuddin saat dikonfirmasi.
Menurutnya, hingga saat ini sumber pasti limbah yang mencemari sungai masih dalam proses penelusuran. Namun dugaan sementara mengarah pada aliran limbah dari kawasan hulu sungai.
“Belum tahu juga dari mana pastinya, dugaan kita dari aliran sungai yang di samping Alfamart itu ke atas,” ujarnya.
Syaifuddin menambahkan, bau tak sedap kini mulai tercium di sekitar permukiman warga. Namun dampak yang paling jelas terlihat adalah matinya ikan-ikan di sungai tersebut.
“Kalau dampaknya, baunya mulai tercium. Yang paling terasa itu ikan di sungai mati semua,” pungkasnya.
(End/Tim)









