SERGAI, TOPKOTA.co – Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) melalui Program Gerakan Aksi Kasih (GAK) menunjukkan komitmen dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan khususnya bagi para pelayan gereja yakni guru sekolah minggu. Salah satu aksi nyatanya melalui penyerahan santunan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris guru sekolah minggu almarhumah Arihta Br Ginting, yang sebelumnya melaksanakan pelayanan gereja di Kecamatan Silinda.
Wakil Bupati (Wabup) Sergai H. Adlin Tambunan menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhumah Arihta Br Ginting. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.
“Atas nama Pemkab Sergai, kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya Ibu Arihta Br Ginting. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ucap Adlin saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada ahli waris di kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Jumat (24/7/2026).
Wabup menegaskan bahwa Pemkab Sergai berkomitmen memastikan para pekerja, termasuk guru sekolah minggu, memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Kami terus memastikan agar seluruh guru sekolah minggu dan para pekerja di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri beradat ini dapat terlindungi melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Saat ini sekitar 887 guru sekolah minggu di Kabupaten Sergai telah seluruhnya terlindungi sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan rasa aman bagi para pekerja beserta keluarganya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wabup Adlin menjelaskan bahwa GAK ini merupakan wadah Pemkab Sergai untuk menampung serta menyalurkan aksi kasih dari ASN Kristen Pemkab Sergai yang TPP-nya disumbangkan setiap bulan sebesar 2,5%, untuk kepentingan keagamaan, khususnya guru sekolah minggu untuk dapat dimanfaatkan sebagik-baiknya.
“Gunakanlah santunan ini dengan sebaik-baiknya dan secara bijak sehingga benar-benar dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga yang ditinggalkan. Inilah salah satu manfaat nyata dari program BPJS Ketenagakerjaan ketika risiko terjadi,” pesannya.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa Pemkab Sergai akan terus memperluas cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan melalui kolaborasi bersama BPJS Ketenagakerjaan dan seluruh pemangku kepentingan.
“Dengan semakin banyak pekerja yang terlindungi, maka semakin banyak pula keluarga di Sergai yang mendapatkan kepastian dan perlindungan ketika menghadapi risiko kerja maupun risiko kematian. Ini menjadi komitmen kami untuk terus meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan bagi seluruh pekerja di Kabupaten Sergai,” pungkasnya.
Sementara itu, mewakili keluarga almarhumah, Nestiana Br Tarigan menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Pemkab Sergai dan BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati dan Wabup karena sudah memberikan perhatian kepada ibu kami. Santunan ini akan sangat bermanfaat dan membantu kami sebagai ahli waris yang ditinggalkan. Semoga ke depan semakin banyak guru sekolah minggu maupun masyarakat Sergai yang terlindungi melalui program BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.
Sebelumnya Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjung Morawa, Bunyamin Najmi, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Sergai yang terus memberikan dukungan terhadap perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini jumlah pekerja di Kabupaten Sergai yang telah memperoleh perlindungan BPJS Ketenagakerjaan mencapai sekitar 94 ribu pekerja atau lebih dari 28 persen dari total sekitar 334 ribu pekerja yang ada di daerah tersebut. Sementara itu, masih terdapat sekitar 239 ribu pekerja yang belum terlindungi sehingga menjadi perhatian bersama untuk terus didorong kepesertaannya.
“Terima kasih kepada Pemkab Sergai atas dukungan dan komitmennya dalam memberikan perlindungan kepada para pekerja. Hingga saat ini sekitar 94 ribu pekerja sudah terlindungi BPJS Ketenagakerjaan atau lebih dari 28 persen. Masih ada sekitar 239 ribu pekerja yang belum tercover dari total sekitar 334 ribu pekerja di Serdang Bedagai. Kami juga telah menyerahkan pembayaran klaim dengan total nilai lebih dari Rp75 miliar kepada para peserta dan ahli waris yang berhak menerimanya,” ujar Bunyamin.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa selaku Ketua Pengurus GAK Sergai Drs Fajar Simbolon, MSi dan Sekretaris Pengurus GAK Sergai Liagustina Simamora, SKM. (End)









