Topkota

TNI AL Lerai Bentrok HTR Tani Mandiri dengan KJSTR di Desa Air Hitam

LABURA, TOPKOTA.co – TNI Angkatan Laut (AL) turun tangan melerai perselisihan antara Kelompok HTR Tani Mandiri dengan Kelompok Koperasi Jasa Sumber Tani Rakyat (KJTR) yang terjadi di Perkebunan Desa Air Hitam Kecamatan Tanjung Leidong Kabupaten Labura, Selasa (16/2).

Saat TNI AL melakukan pengamanan, pihak kelompok Tani Mandiri menyebut mendengar suara letusan yang diduga berasal dari senjata api yang dibawa oleh TNI AL, sehingga perselisihan tersebutpun akhirnya mereda.

Hal ini dibenarkan oleh Koptan Tani Mandiri saat dihubungi via seluler. Beliau juga mengatakan, pihaknya juga tidak mempermasalahkan kerusuhan yang terjadi beberapa hari yang lalu. “Kami sudah selesai sama Lanal, tidak ada lagi masalah, dan mengenai info penembakan, itu sudah tidak kami masalahkan lagi,” ucapnya melalui via seluler, Rabu (17/2).

Namun tudingan adanya terdengar suara letusan yang diduga dari senjata yang dibawa oleh TNI AL dibantah langsung oleh Angkiat T Sitinjak selaku Ketua Koperasi Jaya Sumber Tani  Rakyat (KJSTR). Menurutnya isu miring yang juga sudah mencuat di medsos baru-baru ini tidak sesuai dengan peristiwa yang telah terjadi. “Sebetulnya pihak TNI AL yang melerai perseteruan kami dengan pihak HTR Tani Mandiri,” katanya.

Angkiat juga menceritakan saat perselisihan terjadi, pihak TNI AL melompat ke galian beko untuk melerai dan menolong salah satu anggota yang bertikai, karena mereka jatuh ke dalam galian beko. “Itu semua tidak benar, TNI AL yang mendamaikan perselisihan pihak HTR Tani Mandiri dengan KSJTR,” ungkapnya.

Sementara Komandan Pangkalan Angkatan Laut Tanjungbalai Asahan Letkol Laut Robinson Hendrik Etwiory mengatakan bahwa pernyataan pihak Koperasi Tani Mandiri tersebut keliru. Ia mengatakan, kejadian sebenarnya TNI AL menjadi penengah antara perusahaan dan kelompok tani yang ada di Tanjung Leidong.

Angkiat Sitinjak.

“Kami sebagai penengah, di sana sering konflik masalah tanah. Kami tidak ada membackup siapapun,” ujar Robinson.

Terkait anggota membawa senjata, ia menegaskan, bahwa itu sudah menjadi SOP TNI AL dalam mengamankan wilayah konflik. “Itu perintah saya, itu sudah SOP untuk berjaga-jaga saja. Tidak ada letusan yang dikeluarkan. Ini semua ada pertanggungjawabannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Robinson juga mengatakan bahwa pengamanan dengan senjata sudah sering dilakukan, ditambah lagi lokasi tersebut sering terjadi bentrok antar Koperasi dengan kelompok tani. “Kalau mereka membawa sajam, kami bagaimana? Itulah SOP,” katanya.

Ia menambahkan, saat kejadian tersebut, seorang pegawai dari Koperasi yang terjatuh ke galian beko. Kata dia, anggota TNI AL yang menyelamatkan pegawai koperasi tersebut. “Tanya mereka, ada ga kami turun untuk membantu pegawainya yang jatuh di galian beko. Kami turun untuk menengahi, bukan mengintimidasi ataupun untuk menjadi alat,” pungkasnya. (SPN)

Redaksi

Read Previous

Kapolda dan PJU Polda Sumut Ikuti Rapim Polri Tahun 2021 Secara Virtual

Read Next

Bus Rajawali Seruduk Truk Colt Disel di Jalan Tol Tebing Tinggi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *