SCROLL KE ATAS UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Satreskrim Polrestabes Medan Ringkus Lima Penipu Modus Jual Mobil Lelang

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype
Para pelaku penipuan modus jual mobil lelang saat diamankan Satreskrim Polrestabes Medan, Minggu (22/01/2023). (Foto: Ist)

MEDAN, TOPKOTA.co – Satreskrim Polrestabes Medan meringkus lima pelaku penipuan dengan modus menjual mobil lelang.

Kelima pelaku Zulfikar, Adi Syaputra, Kiki Wahyudi, Riki Hutabarat, dan Tibo Pasaribu.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda SH SIK melalui Kasat Reskrim Kompol Teuku Fathir Mustafa SIK MH mengatakan, mereka merupakan sindikat penipu dengan modus menjual mobil lelang.

“Pelaku melakukan penipuan dengan cara berkomunikasi terhadap korban melalui handphone,” kata Kompol Teuku Fathir, Minggu (22/1/2023).

Kasat Reskrim menjelaskan para pelaku mempunyai peran yang berbeda-beda. “Kelima pelaku ini berbagi tugas sesuai perannya masing-masing. Ada yang berperan sebagai pegawai Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, yang menawarkan mobil lelang jenis Pajero seharga Rp 250 juta,” jelasnya.

Kasat Reskrim Kompol Teuku Fathir Mustafa SIK MH saat memberikan keterangan penangkapan para pelaku penipuan modus jual mobil lelang, di Polrestabes Medan, Minggu (22/01/2023). (Foto: Ist)

Kemudian juga ada yang berperan melakukan profiling terhadap korban melalui media sosial. “Bahkan ada pula yang menjadi penawar barang tersebut, sehingga membuat korban merasa yakin bahwa pelaku benar benar adalah petugas dari pegawai Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu),” ujarnya.

Kompol Fathir menyampaikan korban menderita kerugian Rp 15 juta. “Kejadian pada Oktober 2022. Kami melakukan penyelidikan dan penangkapan di daerah Tembung. Para pelaku sudah beroperasi sejak September 2022,” sebutnya.

Dari hasil keterangan para pelaku, Kompol Fathir menyebutkan pelaku mendapat penghasilan per bulan di atas Rp. 30 juta. “Seluruh pelaku adalah residivis dan pernah bersama-sama ditahan di Rutan Balige,” ungkapnya.

Saat ini, Tim Satreskrim Polrestabes Medan masih melakukan pendalaman untuk korban-korbannya yang lain. “Terhadap pelaku dikenakan pasal 372 dan atau 378 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara,” pungkasnya. (red)