MEDAN, TOPKOTA.co – Polrestabes Medan yang kini tengah menjadi sorotan atas dijadikannya korban pencurian sebagai tersangka kini kembali lagi diduga membuat ketidak adilan, di saat akan melakukan rekontruksi penangkapan maling di hotel Kristal Medan Tuntungan pada 9 Februari 2026 terlihat dua orang maling dikeluarkan dari mobil dan diberikan kesempatan untuk merokok bahkan tertawa tawa berama Polisi.
Sementara itu Putra Sembiring korban pencurian yang dijadikan tersangka setelah disuruh penyidik Polsek Pancur Batu untuk menangkap sendiri pelaku pencurian di sekap didalam mobil dan tidak diperbolehkan keluar dari mobil.
Seorang perempuan yang mengaku sebagai orang tua kandung Persadaan Putra Meminta agar Polisi mengeluarkan anaknya dari mobil sama seperti pelaku pencurian, namun polisi tidak malahan menganggap permohonan ibu tersebut hanya angin lalu.
“Tolong lah pak dikeluarkan dia dari mobil itu dia itu korban pencurian yang dijadikan tersangka, kenapa diperlakukan seperti teroris, sementara itu dua pencuri itu dibiarkan bebas merokok dan tertawa tawa disana, ini tidak adil pak, anak saya itu ada sakitnya pak, dia sesak itu pak,” ujar ibu tersebut memohon kepada petugas.
Namun petugas yang mendengar permohoan ibu tersebut hanya menganggap permohoan ibu dari korban pencurian tersebut hanya angin lalu, tak berapa lama kemudian suasana tempat akan dijadikan rekontruksi tersebut pun ricuh, mobil Polisi yang membawa korban pencurian tiba tiba tancap gas keluar meninggalkan hotel Kristal.
Sejumlah masyarakat yang ada di lokasi pun menilai bahwa saat ini Polisi diduga sebagai pelindung dan pengayom pelaku pencurian.
“Ini sudah tidak benar, korban pencurian diperlakukan seperti teroris disekap dalam mobil, ini kah yang namanya Polri Presisi, aturannya hari ini akan rekontruksi kami mau melihat bagaimana jalannya rekontruksi, karena kami menduga akan ada rekayasa dalam rekontruksi tersebut, kami tau bahwa Putra Sembiring dan keluarganya itu disuruh Polisi untuk menangkap pelaku pencurian di tokonya, karena sebelumnya mereka duduk bersama di cafe depan perumahan royal sumatera, itu maling itu mencuri lebih kurang 25 unit hape dan barang barang lainya, kenapa maling saat ini semakin berkuasa di Negara Indonesia ini,” teriaknya
Masi Kata masyarakat, sekarang mereka malahan dituduh mengeroyok maling itu, bayangkan kalau 4 orang mengeroyok maling mungkin maling itu akan mati, namun faktanya kondisinya baik baik saja, saya sudah lihat fotoya diantarkan ke kantor polisi kondisi nya baik baik saja, namun setelah tiga hari muncul memar katanya dimatanya ini lucuh sekali.
“Kenapa setelah tiga hari ditahan di Polsek Pancur Batu mata maling itu memar, lalu datang katanya orang tuanya langsung membuat laporan polisi, dan maling itu pun divisum setelah tiga hari berada di kantor polisi, siapa lagi yang percaya dengan skenario ini,” katanya
Selain kericuhan tersebut terdengar juga jeritan salah seorang masyarakat yang meminta tolong kepada Bapak Presiden Prabowo.
“Tolong kami Pak Prabowo, tolong bapak lihat kami di Medan ini, maling bisa berkuasa dan mengatur Polisi dan memenjarakan korbannya, dimana keadilan ini Pak Prabowo,” teriaknya
Saat itu juga terdengar suara dari seorang oknum Polisi yang memakai baju putih yang mengatakan bahwa rekontruksi ditunda. (Ayu)









