IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Puluhan Siswa SMK HKBP Sidikalang Alami Diare Massal, Diduga Usai Konsumsi MBG

SIDIKALANG, TOPKOTA.co – Dua siswi SMK Swasta HKBP Sidikalang dilaporkan dalam kondisi kritis dan belum sadarkan diri setelah diduga mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (9/2/2026).

Keduanya saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Sidikalang.

Informasi tersebut dibenarkan langsung oleh Kepala SMK Swasta HKBP Sidikalang, Melanton Sirait, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/2/2026).

“Dua siswi atas nama Refi Maha kelas XI AKL 1 dan Mei Cinta Sianturi kelas XII TJKT masih kritis di RSUD Sidikalang, kondisinya belum sadarkan diri,” ungkap Melanton.

Peristiwa ini bermula ketika pihak sekolah mendapati banyak siswa tidak masuk pada Selasa pagi.

Setelah dilakukan absensi, tercatat 76 siswa izin sakit. Tak lama berselang, sekitar pukul 09.00 WIB, sejumlah siswa yang berada di sekolah mengalami diare massal.

Pihak sekolah pun bergerak cepat mengevakuasi para siswa ke rumah sakit menggunakan kendaraan yang tersedia.

Melanton menegaskan pihak sekolah meminta tanggung jawab penuh dari penyedia makanan, yakni SPPG, terkait jaminan kesehatan seluruh siswa terdampak.

BACA JUGA:  Dugaan Korupsi di BUMD PT Batra Berjaya, PD IWO Desak DPRD Kabupaten Batubara Gelar RDP

“Situasi ini mencekam, kita panik dan was-was. Semoga siswa selamat dari situasi ini,” ujarnya.

Ia juga menyebut pihak sekolah telah menghubungi pihak pendistribusi MBG, namun belum mendapat respons.

Sebagai langkah antisipasi, menu MBG yang kembali diantar pada hari yang sama tidak lagi dikonsumsi oleh siswa.

Adapun menu MBG yang didistribusikan berjumlah 720 porsi, terdiri dari:

  • Nasi
  • Ayam gulai
  • Sayur selada
  • Timun iris
  • Pisang

Makanan tersebut dibagikan saat jam istirahat pukul 12.45 WIB kepada: 678 siswa dan 42 guru. Namun dari total porsi untuk siswa, hanya 159 orang yang mengonsumsi, sementara lainnya menolak karena mencium bau basi pada makanan.

“Siswa yang dirawat di RSU ada 159 orang, diduga terdampak dari MBG tersebut,” jelas Melanton.

Melanton menambahkan, sekolah yang dipimpinnya baru saja menjalin kerja sama distribusi MBG dengan SPPG Palapa, menggantikan penyedia sebelumnya.

Ia berharap ke depan kualitas makanan benar-benar diperhatikan. “Menu MBG selanjutnya yang disajikan harus benar-benar steril,” tegasnya. (Ayu)

BERITA TERKINI

BERITA TERPOPULER