MEDAN, TOPKOTA.co – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggelar panen raya jagung secara serentak di 36 wilayah Indonesia dengan total produksi mencapai 743.522 ton.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.
Panen raya tersebut dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi, serta dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Direktur Utama Perum Bulog, dan sejumlah pejabat utama Mabes Polri. Kegiatan terpusat dilaksanakan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan bahwa upaya mewujudkan swasembada jagung telah dilakukan secara maksimal selama kurang lebih satu tahun, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia. Polri turut mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang tersedia di berbagai daerah.
“Kurang lebih selama satu tahun, sesuai target Bapak Presiden, kami maksimalkan untuk mewujudkan swasembada jagung. Alhamdulillah, kami berusaha mencari lahan yang bisa ditanam dan kami mendapatkan kurang lebih 1.300.000 hektare,” ujar Kapolri Listyo Sigit Prabowo di Cikarang, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, panen raya di Bekasi menjadi pembuka dari rangkaian panen di lahan seluas 47.830 hektare dengan estimasi hasil produksi mencapai 743.522 ton jagung. Pada hari pertama, panen serentak dilakukan di lahan seluas 1.191 hektare dengan perkiraan produksi 11.912 ton.
Kapolri berharap hasil panen tersebut mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional.
“Harapan kami cadangan tercukupi untuk kebutuhan pasar, baik swasta nasional, kelompok gabungan pakan ternak, maupun mandiri. Cadangan antarpulau juga bisa tercukupi, dan sisanya dapat diekspor,” jelasnya.
Sementara itu, Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia Irjen Pol Anwar menyampaikan bahwa program swasembada jagung ini melibatkan 527 kelompok tani dengan total 3.616 petani yang tersebar di seluruh Indonesia.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci utama percepatan pencapaian target swasembada pangan nasional. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak memungkinkan target yang semula direncanakan empat tahun dapat dicapai hanya dalam waktu satu tahun, sekaligus berdampak positif terhadap kesejahteraan petani.
Di Kota Medan, kegiatan panen raya jagung turut dilaksanakan di wilayah Medan Tuntungan. Wakapolrestabes Medan AKBP Rudi Silaen mengikuti kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada jajaran Forkopimda serta Polsek Medan Tuntungan yang telah memfasilitasi pelaksanaan panen raya.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan positif yang menunjukkan sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mendukung serta mewujudkan program pemerintah di bidang pertanian,” ujar AKBP Rudi Silaen.
Panen raya jagung di Medan turut dihadiri Forkopimda Kota Medan dan Forkopimcam Medan Tuntungan, sebagai bentuk dukungan bersama terhadap program swasembada pangan nasional. (Ayu)









