SERGAI, TOPKOTA.co – Kecelakaan maut terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Dusun V Peringgan, Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, Kamis (27/8/2026).
Kecelakaan tersebut melibatkan satu unit mobil minibus Toyota Avanza nomor registrasi B 2803 PZH dengan kereta api penumpang Siantar Express.
Dalam insiden tersebut, tiga orang menjadi korban. Dua orang mengalami luka-luka, sedangkan satu orang meninggal dunia. Seluruh korban kemudian dievakuasi ke RSU Melati Desa Pon untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan informasi sementara, kecelakaan bermula saat Toyota Avanza yang dikemudikan Kevin Bryan bersama dua penumpang keluar dari Dusun V Peringgan menuju Desa Pon.
Setibanya di perlintasan sebidang tersebut, mobil diduga tidak memperhatikan kereta api Siantar Express yang melaju dari arah Tebing Tinggi menuju Medan.
Kereta api datang dari sisi sebelah kiri mobil. Tabrakan pun tidak dapat dihindarkan. Bagian samping kiri bodi Toyota Avanza tertabrak bagian depan samping kiri kereta api.
Akibat kejadian tersebut, mobil mengalami kerusakan cukup parah. Selanjutnya, kendaraan dievakuasi ke Pos Bamban.
Kasi Humas Polres Sergai AKP Bringin Jaya, S.H., M.H., membenarkan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Toyota Avanza dengan kereta api penumpang tersebut.
“Benar, telah terjadi laka lantas antara mobil minibus Toyota Avanza kontra dengan kereta api penumpang,” ujar Bringin Jaya.
Menurutnya, personel Satlantas Polres Sergai masih melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengetahui secara lengkap penyebab maupun kronologi kecelakaan. “Sat Lantas Polres Sergai masih melakukan cek olah TKP dan informasi lengkap lainnya,” katanya.
Bringin Jaya mengimbau masyarakat, khususnya pengendara yang hendak melintasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu, agar meningkatkan kewaspadaan.
Ia meminta setiap pengendara memastikan kondisi jalur kereta api benar-benar aman sebelum menyeberang untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, terutama warga yang hendak melintasi atau menyeberang jalur rel kereta api, agar benar-benar memastikan kondisi sekitar sebelum menyeberang,” pungkasnya. (End)









