IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Polres Labuhanbatu Diminta Tindak Mafia Solar Subsidi

LABUHANBATU, TOPKOTA.co – Terkait Dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar yang terjadi di SPBU Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara belum juga dilakukan penindakan Oleh Polres Labuhanbatu.

Padahal, permainan kecurangan di SPBU itu para mafia secara terang-terangan melakukan pembelian dengan memodifikasi tangki truck.

Menanggapi itu Ketua LSM TOPAN-RI Labuhanbatu Janes Ritonga angkat bicara. Katanya, dengan tidak ditindak lanjuti atau membiarkan para mafia menggurita di wilayah hukum Polres Labuhanbatu seakan dinilai Kapolres tak berani menggigit pelaku kejahatan ekonomi.

“Sudah cukup lama beroperasi kegiatan tersebut tanpa tersentuh hukum. Secara logika, mustahil aktivitas sebesar itu bisa berjalan lama tanpa ‘restu’. Ini mengindikasikan kuat dugaan adanya aliran dana atau pungli yang diterima pihak kepolisian dari para mafia,” tegas Janes, Sabtu (1/8/2026).

Padahal, Polres Labuhanbatu memiliki lengkap struktur intelijen dan reserse yang seharusnya bisa mendeteksi pelanggaran sejak dini. Namun fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya aktivitas tersebut justru terlihat ‘kebal hukum’ dan terus beroperasi.

BACA JUGA:  Respons Cepat Tanpa Tunda, Brimob Polda Sumut Berhasil Kendalikan Kebakaran di Medan Timur

“Polres Labuhanbatu dinilai Mandul. Mereka punya Intel, punya Reskrim, tapi kenapa kasus ini tidak ditindak?. Pembiaran ini sudah terang benderang dilakukan,” sebut Janes.

Menurutnya, bahwa tugas utama kepolisian adalah melindungi negara dari kerugian akibat kejahatan. Namun, apa yang terjadi di Wilkum Labuhanbatu justru merupakan bentuk pengkhianatan terhadap tugas dan wewenang.

Oleh karena itu, ia mendesak Pimpinan Pusat hingga Kapolda Sumatera Utara untuk bertindak tegas. Jika dibiarkan, maka kepercayaan publik terhadap institusi Polri akan semakin runtuh.

“Kami meminta Kapolda Sumut menindak tegas dan mencopot jabatan Kapolres Labuhanbatu sekarang juga, sudah terbukti membiarkan perampokan negara terjadi di depan mata. Jika Kapolda diam saja dan tidak bertindak, publik berhak bertanya: ada apa di balik semua ini? Apakah jaringannya sama?” bilang Janes dengan nada keras.

Hingga berita ini diturunkan, Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu belum juga memberikan keterangan atas hal tersebut.Konfirmasi yang dikirimkan belum juga dibalas. (Ayu)

BERITA TERKINI

BERITA TERPOPULER