IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Pengendara Ramai-Ramai Putar Balik Hindari Razia di Dairi

DAIRI, TOPKOTA.co – Fenomena pengendara yang ramai-ramai memutar balik kendaraan untuk menghindari razia mewarnai hari kedua Operasi Gabungan Sadar Pajak Kendaraan Bermotor di Kabupaten Dairi. Kondisi tersebut menunjukkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan masih tergolong rendah.

Operasi gabungan yang digelar, Selasa (28/7/2026), menyasar dua titik strategis, yakni di Kecamatan Sumbul dan Simpang Taman Wisata Iman (TWI), Kecamatan Sitinjo. Sejumlah kendaraan roda dua, roda empat hingga kendaraan roda lebih terjaring karena menunggak pajak.

Petugas menemukan banyak pengendara memilih berhenti mendadak lalu memutar arah ketika mengetahui ada razia di depan. Akibatnya, ruas jalan yang biasanya ramai mendadak lengang selama operasi berlangsung.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Dairi, Robot Simanullang, membenarkan fenomena tersebut. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang berusaha menghindari pemeriksaan petugas.

“Dari pengamatan kami di lapangan, masyarakat memang masih banyak yang terkesan menghindar. Begitu mengetahui ada titik razia, ada yang mendadak berhenti dan balik arah. Kemungkinan mereka baru berani melintas setelah operasi selesai. Hal-hal seperti inilah yang perlu kita benahi bersama,” ujar Robot.

BACA JUGA:  DPO Pembuang Mayat Wanita di Karo Diupah Rp 60 Juta, Ditangkap Jatanras Polda Sumut di Aceh

Ia menegaskan, operasi sadar pajak bukan semata-mata untuk melakukan penindakan, melainkan juga sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat agar lebih patuh membayar pajak kendaraan bermotor.

“Operasi Sadar Pajak ini akan terus kami laksanakan secara intensif hingga 1 Agustus mendatang untuk kendaraan roda dua maupun roda empat,” katanya.

Meski demikian, Robot menilai pelaksanaan operasi selama dua hari menunjukkan hasil yang cukup positif. Sebagian wajib pajak yang terjaring langsung melunasi tunggakannya melalui layanan Samsat Keliling yang disediakan di lokasi razia.

Sementara bagi pengendara yang belum memiliki dana cukup, petugas memberikan surat teguran dan meminta mereka menyelesaikan pembayaran di Kantor Samsat Sidikalang.

“Secara keseluruhan ada kemajuan yang cukup berarti. Warga yang terjaring ada yang langsung membayar di tempat melalui layanan Samsat Keliling. Ada juga yang uangnya kurang, lalu membuat komitmen untuk melunasinya di Kantor Samsat,” jelasnya.

Robot menyebut Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) menjadi salah satu penyumbang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Dairi. Berdasarkan data Bapenda, saat ini terdapat 57.991 kendaraan yang beroperasi di Dairi, terdiri dari 39.210 kendaraan roda dua dan 18.781 kendaraan roda empat atau lebih.

BACA JUGA:  Jalur Laut Jadi Sarang Narkoba, Polda Sumut Amankan 25 Kg Sabu

Karena itu, ia meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) dan seluruh aparat pemerintahan menjadi teladan dalam kepatuhan membayar pajak kendaraan.

Selain itu, Bapenda juga mengimbau pemilik kendaraan berpelat luar daerah agar segera melakukan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) menjadi pelat BB Dairi.

“Kami mengimbau agar kendaraan yang masih berpelat luar daerah segera dibaliknamakan menjadi pelat BB Dairi. Dengan begitu, pajak yang dibayarkan akan menjadi PAD Dairi dan dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur serta pelayanan publik,” pungkasnya.

Operasi Gabungan Sadar Pajak Kendaraan Bermotor melibatkan Bapenda Dairi, UPTD Samsat, PT Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Kepolisian, serta Polisi Militer sebagai upaya meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan. (Ayu)