LABURA, TOPKOTA.co — Sebuah peristiwa yang mengguncang publik terjadi di Kampung Baru, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Di tengah derasnya seruan perang terhadap narkoba, justru seorang emak-emak tampil di garis depan melakukan aksi yang tak biasa. Dengan penuh keberanian dan kemarahan yang telah lama terpendam, ia merobohkan sebuah bangunan yang diduga kuat menjadi sarang peredaran sekaligus tempat pesta narkoba.
Aksi dramatis itu terekam kamera warga dan dalam hitungan jam menyebar luas di media sosial. Video tersebut memantik gelombang reaksi publik. Banyak yang memuji keberanian sang ibu, namun tidak sedikit yang mempertanyakan: di mana aparat selama ini ketika warga mengaku sudah lama hidup dalam ketakutan dan keresahan?
Menurut keterangan warga, bangunan yang dirobohkan tersebut diduga berkaitan dengan pasangan suami istri berinisial UKI dan KIKI. Lokasi itu disebut-sebut bukan hanya menjadi tempat transaksi narkoba, tetapi juga diduga menyediakan fasilitas bagi para pengguna untuk mengonsumsi barang haram tersebut.
Ironisnya, aktivitas yang diduga berlangsung cukup lama itu disebut warga seolah tak tersentuh penegakan hukum. Kekecewaan masyarakat pun memuncak hingga akhirnya seorang ibu rumah tangga memilih bertindak sendiri, mempertaruhkan keselamatan dirinya demi menyuarakan keresahan warga.
“Sudah terlalu lama kami resah. Kalau memang tidak ada apa-apa, kenapa tempat itu ramai disebut warga sebagai lokasi narkoba? Kami ingin ada tindakan nyata, bukan hanya janji,” ujar seorang warga dengan nada kecewa.
Viralnya video tersebut kini berubah menjadi sorotan tajam terhadap kinerja aparat penegak hukum di wilayah tersebut. Masyarakat mempertanyakan apakah aktivitas yang diduga melanggar hukum itu tidak terdeteksi, atau justru sengaja dibiarkan berlarut-larut hingga memicu kemarahan warga.
Gelombang kritik juga datang dari LSM PAKAR Indonesia. Wakil Sekretaris DPP LSM PAKAR Indonesia, B. Siregar, menilai peristiwa ini sebagai alarm keras yang tidak boleh diabaikan oleh institusi kepolisian.
Menurutnya, ketika seorang emak-emak harus turun tangan merobohkan bangunan yang diduga menjadi sarang narkoba, maka ada persoalan serius yang wajib dievaluasi.
“Ini bukan sekadar video viral. Ini adalah jeritan masyarakat yang sudah kehilangan kepercayaan terhadap penanganan di lapangan. Kapolda Sumatera Utara harus turun tangan dan segera melakukan pemeriksaan terhadap Kapolres Labuhanbatu. Jangan sampai muncul kesan bahwa peredaran narkoba dibiarkan tumbuh subur di tengah masyarakat,” tegasnya.
LSM PAKAR juga meminta agar aparat tidak hanya berhenti pada klarifikasi, tetapi segera melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan aktivitas narkoba di lokasi tersebut serta menindak siapa pun yang terlibat apabila terbukti melanggar hukum.
Di sisi lain, masyarakat kini menaruh harapan besar kepada Kapolda Sumatera Utara untuk membuktikan komitmen perang terhadap narkoba. Warga tidak hanya meminta bangunan itu dibongkar, tetapi juga mendesak agar para bandar, pengedar, dan pihak-pihak yang diduga terlibat segera ditangkap dan diproses secara hukum.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait viralnya video tersebut maupun langkah hukum yang akan diambil.
Kini satu pertanyaan besar menggema di tengah masyarakat Labuhanbatu Utara: mengapa seorang emak-emak harus bertindak sendiri untuk melawan dugaan sarang narkoba, sementara warga masih menunggu hadirnya ketegasan negara?. (Ayu)









