SERDANG BEDAGAI – Forum Wartawan Hukum (Forwakum) mengangkat kembali sejarah berdirinya Tugu Juang Perbaungan yang ternyata menyimpan nilai historis perjuangan para pahlawan di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).
Tugu yang berdiri tegak setinggi kurang lebih 20 meter itu, dengan ornamen bintang di bagian puncaknya, memiliki nama resmi Tugu Perjuangan Pelagan Medan Area dan juga dikenal masyarakat sebagai Tugu Bintang.
Monumen ini menjadi simbol perlawanan rakyat Sergai melawan penjajahan Belanda pada masa perjuangan kemerdekaan, ketika wilayah Sergai masih bergabung dengan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Tugu Juang terletak di Lapangan Segitiga, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Sergai.
Lokasinya yang strategis, tepat di pinggiran jalan lintas, menjadikan tugu ini mudah diakses dan kerap menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Secara historis, monumen ini berkaitan erat dengan peristiwa perjuangan di wilayah Sumatera Utara, termasuk rangkaian pertempuran dalam Pertempuran Medan Area.
Pada tahun 1947, di masa agresi militer, Belanda melakukan invasi ke wilayah Pantai Cermin dan menyusuri Sungai Ular di Perbaungan.

Perlawanan rakyat pun pecah di berbagai titik, termasuk di kawasan yang kini menjadi bagian dari Sergai.
Tugu Perjuangan Pelagan Medan Area dibangun pada tahun 1995 dan diresmikan oleh Gubernur Sumatera Utara ke-13, Raja Inal Siregar, bersama Pangdam saat itu, Arie Jeffry Kumaat, serta Legion Veteran RI, Jenderal H. Achmad Tahir.
Kini, di bawah kepemimpinan Bupati Sergai Darma Wijaya dan Wakil Bupati Adlin Tambunan, Tugu Juang kembali direvitalisasi.
Kawasan tersebut dipercantik dan dilengkapi dengan area food court sebagai pusat kuliner UMKM.
Seluruh pedagang yang sebelumnya berjualan di kawasan Sergai Walk kini dipindahkan ke lokasi Tugu Juang, sehingga kawasan bersejarah ini tidak hanya menjadi simbol perjuangan, tetapi juga pusat ekonomi kerakyatan.
Revitalisasi ini mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satunya Bu Ani, warga Belawan, yang datang bersama keluarganya untuk menikmati kuliner UMKM di kawasan Tugu Juang.
“Kami dari Belawan sengaja berkunjung ke Perbaungan untuk menikmati kuliner UKM yang ada di tugu sejarah ini. Tempatnya nyaman dan makanannya enak,” ujar Bu Ani.
Ia juga menilai harga makanan yang ditawarkan para pelaku UMKM cukup standar dan terjangkau.
Menurutnya, kawasan Tugu Juang kini menjadi destinasi yang layak dikunjungi, baik untuk mengenang sejarah perjuangan maupun menikmati sajian kuliner lokal.
Dengan perpaduan nilai historis dan sentra ekonomi masyarakat, Tugu Juang Perbaungan kini tampil sebagai ikon baru Kabupaten Serdang Bedagai—menghubungkan semangat perjuangan masa lalu dengan geliat pembangunan dan pemberdayaan UMKM masa kini.
(End/Endang)









