IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Lampu Underpass Jalan HM Yamin Medan Mati Total, Ancaman Nyata Keselamatan Pengendara

MEDAN, TOPKOTA.co – Kondisi memprihatinkan terjadi di Underpass Jalan H.M. Yamin, Kota Medan. Seluruh sistem penerangan di jalur vital tersebut dilaporkan mati total, menciptakan ancaman serius bagi keselamatan ribuan pengguna jalan yang melintas setiap harinya, khususnya pada malam hari dan saat cuaca buruk.

Underpass yang sejatinya dibangun sebagai solusi pengurai kemacetan dan peningkatan keselamatan lalu lintas, justru berubah menjadi ruang gelap berisiko tinggi akibat kelalaian fungsi penerangan. Padamnya lampu menyebabkan jarak pandang pengendara sangat terbatas, memaksa banyak kendaraan melaju ekstrem lambat untuk menghindari potensi kecelakaan.

Situasi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi dinilai membahayakan nyawa, terutama bagi pengendara sepeda motor yang paling rentan di ruang tertutup seperti terowongan.

Salah seorang pengguna jalan, Amli, mengaku resah dan khawatir setiap kali melintasi underpass tersebut.

“Lampu mati total sangat mengganggu dan berbahaya. Underpass ini jalur padat. Kalau dibiarkan, tinggal menunggu kecelakaan terjadi,” tegas Amli kepada media.

Menurutnya, kondisi ini tidak bisa dianggap persoalan teknis biasa. Underpass merupakan infrastruktur strategis perkotaan yang seharusnya mendapat perawatan dan pengawasan rutin. Ketika penerangan dibiarkan padam, hal itu mencerminkan lemahnya pengelolaan dan pengabaian terhadap keselamatan publik.

BACA JUGA:  Percepat Pengoperasionalan, Wali Kota Medan dan Dirjen Cipta Karya Tinjau Pasar Aksara

Sebagai struktur jalan bawah tanah, underpass memiliki karakteristik berbeda dengan jalan terbuka. Minim cahaya di ruang sempit dan tertutup berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan fatal, terlebih saat terjadi rem mendadak, genangan air, atau perbedaan kontur jalan yang tidak terlihat jelas.

Masyarakat mendesak Pemerintah Kota Medan dan instansi teknis terkait agar segera bertindak cepat dan transparan dalam menangani persoalan ini.

“Jangan tunggu ada korban baru sibuk memperbaiki. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” ujar pengguna jalan lainnya dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diturunkan pada Jumat dini hari, 9 Januari 2026, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab padamnya lampu maupun kepastian jadwal perbaikan. Ketiadaan respons cepat dinilai publik sebagai bentuk pembiaran yang berpotensi berujung tragedi.

Publik kini menunggu langkah konkret pemerintah untuk memastikan fungsi underpass kembali optimal dan keselamatan pengguna jalan benar-benar dijamin, bukan sekadar janji di atas kertas. (Ayu)

BERITA TERKINI

BERITA TERPOPULER