IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Ulama Menangis Kirim Bantun ke Aceh Tamiang, KH Zulfiqar Hajar: Jangan Tunda Lagi Status Bencana Nasional

MEDAN, TOPKOTA.co – Pimpinan Pondok Pesantren Islam Terpadu Jabal Noor sekaligus Pimpinan Majelis Taklim Jabal Noor dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Jabal Noor (KBIH) KH Zulfiqar Hajar LC meminta pemerintah segera menetapkan status Bencana Nasional terhadap bencana banjir longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera.

Permohonan itu disampaikan Wakil Ketua MUI Kota Medan ini dalam kesempatan menyerahkan bantuan makanan, pakaian serta peralatan solat lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat Desa Menang Gini Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang. Demikian siaran pers tersebut diterima redaksi pada Kamis 1 Januari 2026.

Penyerahan bantuan tersebut juga didampingi istri beliau Hj Siti Madruroh LC dan besan beliau Ir. H. Erwin Afrizal, MM dan istri Hj. Rossy Normilia Pasaribu serta rombongan jamaah haji KBIH Jabal Noor, Senin (29/12).

Sebelumnya, pekan lalu Buya Zulfiqar Hajar juga menyerahkan paket sembako ke desa yang sama dengan kondisi terparah, bahkan ratusan rumah warga dan harta bendanya raib bersama derasnya arus banjir.

Melihat tragisnya nasib masyarakat desa ini, Buya KH kerap meneteskan air mata dan suaranya parau karena tak sebaris katapun bisa diungkapkannya melihat kesedihan dan penderitaan saudara-saudara sesama muslim di desa ini, mereka sungguh mengharapkan bantun pangan dan sandang.

BACA JUGA:  Pasca Pilkada, Bobby Nasution Ajak Masyarakat Bersatu untuk Bersama-sama Dukung Pembangunan Daerah

“Setuju kalian kalau saya ketuk hati bapak presiden kita dan pejabat penguasa dan penguaaha negeri ini supaya segera mendukung status musibah nasional ini, agar bantuan kemanusian bisa secepatnya datang kemari, termasuk bantuan asing”.

“Saya sedih rumah kalian pun sudah hilang ditelan banjir, jadi, kalian harus mendapatkan rumah baru, kehidupan baru yang lebih baik untuk menunjang perekonomian kalian, ujar kiai jebolan Kairo, Mesir ini.

Ulama kharismatik di Sumut yang kerap berpakaian jubah dengan selempang biru ini juga menyempatkan diri menyampaikan tausiah singkat agar warga kecamatan ini tabah dan sabar menghadapi ujian Keimanan dan ketaqwaan dari Allah SWT ini. Ini ujian buat kalian, tapi yakinlah, setiap kesulitan pasti ada kemudahan dan sebaliknya. Tetaplah dalam iman dan tawakal, jangan bergeser sedikitpun dari keyakinan kalian akan pertolongan Allah.

Setiap yang mengaku beriman pasti dicoba Allah, karena itu perkuatlah akidah jangan goyah sedikitpun dengan tawaran bantuan asing yang mengajak kepada kemusrikan. Karena saat kemiskinan merajai kita, ini akan menjadi peluang para musuh Islam memurtadkan umat Islam.

BACA JUGA:  KPU Tetapkan 19 Kepala Daerah Terpilih di Sumut Tiga Hari setelah Terima Buku Registrasi Perkara Konstitusi

Kiai juga berpesan kepada seluruh dermawan muslim agar turun kemari membantu Saudara saudara kita disini. Karena setiap kebaikan akan menjadi kebaikan kita di dunia dan akhirat.

Kiai juga berharap tidak saja gubernur Aceh yang perduli dengan penderitaan masyarakatnya, tetapi juga gubernur gubernur lain, walikota bupati lain mengirimkan bantuannya.

Karena kita masih satu Indonesia, satu tumpah darah, satu tanah air tercinta, segeralah bantu mereka, saudara saudara kita yang keadaannya sudah sangat parah dan menderita disini.

Dalam kesempatan itu, kiai juga sempat menyambangi salah seorang jamaahnya yang menjadi korban banjir tersebut, H Iskandar, seraya menyampaikan nasihat sabar kepada jamaahnya itu. Haji Iskandar menjadi korban terdampak banjir saat ingin menyelamatkan warga dari rumahnya yang mulai terendam banjir.

H Iskandar mengajak warga naik ke rumahnya yang kebetulan berada di dataran tinggi. Tapi demi menyelamatkan banyak warga saat banjir besar melanda, H Iskandar terjebak banjir dan tidak bias kembali pulang. Akibatnya, H Iskandar bersama beberapa temannya yang menghalo halokan bahaya banjir, terjebak di batang pohon setinggi lebih 3 meter selama dua hari.

BACA JUGA:  BPBD Medan Sosialisasikan Tanggap Darurat Bencana

“Luar biasa, beliau ini demi menyelamatkan warga nyaris menjadi korban banjir, beliau tak bisa pulang ke rumah dan harus menginap diatas pohon selama dua hari dua malam dalam suasana hujan deras yang terus menerus melanda desanya,” ujar Buya Zulfiqar.

Karena itu pula, Ulama kharismatik di kota Medan mengajak umat peduli, karena seberapa besar pun bantuan kita untuk mereka yang membutuhkan akan menjadi ladang amal kita kelak menghadap Yang Kuasa. Karena sebaik baik baik umat adalah yang bermanfaat bagi umat lainnya.

Dari pengamatan KH Zulfiqar Hajar, bencana ini cukup luar biasa makanya wajar ini menjadi bencana Nasional agar Pemulihan kawasan dan pembangunannya dapat segera dilaksanakan. (Ayu)

BERITA TERKINI

BERITA TERPOPULER