Serdang Bedagai — Sejumlah warga pengungsi banjir di Kabupaten Serdang Bedagai mengeluhkan sulitnya akses menuju posko medis yang tersedia. Posko kesehatan dinilai terlalu jauh dari lokasi pengungsian, sementara perahu untuk keluar masuk area banjir sangat terbatas.
“Ada posko medis, namun sangat jauh. Kami mau keluar perahu terbatas. Harapannya tim medis yang memantau bisa datang ke lokasi kami ini,” ujar Saleh kepada Antara, Minggu (30/11/2025).
Keluhan serupa disampaikan Titin (45). Ia mengatakan kebutuhan mendesak para pengungsi saat ini adalah selimut serta obat-obatan seperti obat masuk angin dan obat antinyamuk.
“Kami butuh selimut karena kalau malam dingin. Nyamuk banyak, kasihan anak-anak, mereka juga sudah mulai masuk angin,” ungkapnya.
Meski demikian, Titin memastikan bahwa stok makanan bagi para pengungsi masih aman. Para relawan disebut masih terus berdatangan mengantar makanan ke lokasi-lokasi pengungsian sehingga masyarakat tidak khawatir soal pasokan makanan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serdang Bedagai, dr. Yohnly B. Dachban, mengatakan bahwa pihaknya telah mendirikan dua posko kesehatan khusus di wilayah Seirampah. Ia memastikan tim medis akan segera turun langsung ke lokasi pengungsi yang membutuhkan layanan kesehatan.
“Kita persiapkan dulu obat-obatnya dan akan diterobos ke lokasi pengungsi tersebut,” ujarnya.
Dinas Kesehatan berkomitmen meningkatkan pelayanan kesehatan di tengah situasi banjir yang masih melanda sejumlah kecamatan di Serdang Bedagai.
End









