BALIGE, TOPKOTA.co – Suasana siang hari di Pelabuhan Mulia Raja Kelurahan Napitupulu Bagasan Kecamatan Balige Kabupaten Toba, mendadak gempar, Jumat (20/2/2026) sekira pukul 14.00 Wib.
Seorang nahkoda / Kapten Kapal, Tunggul Simanjuntak (52) warga Perum Duta Asri Palem I Blok C/18 RT/RW 001/007 Kelurahan Lerbak Wangi Kecamatan Sepatan Timur Kabupaten Tangerang Provinsi Banten, ditemukan diduga Bunuh Diri dengan cara gantung diri di Gudang Wings Ramdor depan KMP Kaldera Toba
Kapolres Toba AKBP Vinsensius Jimmy Parapaga, S.I.K melalui Kapolsek Balige AKP Libertius Siahaan, SH, membenarkan adanya peristiwa Nahkoda Kapal ditemukan meninggal dunia
AKP Libertius Siahaan mengungkapkan saksi Pradipta Marbun (23) dan ditemani oleh saksi Joni Andre Manullang (21) yang keduanya merupakan Anak Buah Kapal (ABK) hendak mengambil helm miliknya dari Ruangan Gudang Wings Ramdor depan KMP Kaldera Toba
Setelah memasuki ruangan tersebut, Pradipta Marbun melihat korban yang merupakan nahkoda kapal telah tergantung dengan menggunakan sehelai selimut kecil berwarna biru kehijaun di sebatang pipa besi yang melekat pada dinding gudang Wings Ramdor Depan. Dimana sebelumnya pintu Ruangan Gudang Wings Ramdor Depan dalam keadaan tertutup.
Melihat kejadian tersebut Pradipta Marbun terkejut serta memberitahukan kejadian nahkoda kapal yang tergantung kepada beberapa awak kapal KMP Kaldera yang berada di KMP Kaldera Toba.
Selanjutnya pihak Kepolisian Sektor Balige dan Personil Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Toba melakukan olah TKP serta mengevakuasi jenazah korban serta membawa korban ke Rumah Sakit Umum Porsea untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, jelas Libertius
AKP Libertius Siahaan mengatakan sebelumnya korban ada mengalami penyakit pada bagian jantung, Dimana dari keterangan rekan rekan korban di KMP Kaldera Toba, korban telah berobat dan melaksanakan operasi pemasangan ring pada bagian jantung korban.
Diduga modus korban bunuh diri dikarenakan frustasi akibat penyakit yang dialaminya, dimana sebelumnya korban menceritakan bahwa korban telah disarankan oleh dokter untuk dilaksanakan by pas pada bagian jantung korban, tutur Libertius
Menurut keterangan para rekan rekan korban di KMP Kaldera Toba pada hari Jumat tanggal 20 Februari 2026, tidak ada yang melihat dan mengetahui keberadaan korban. Pada pagi hari beberapa rekan korban sempat mencari tahu keberadaan korban, namun tidak ada yang melihat dimana pintu kamar korban dalam keadaan tidak terkunci serta HP milik korban terletak di atas meja yang berada di dalam kamar korban. Sepengetahuan rekan rekan korban yang bekerja di KMP Kaldera Toba, korban tidak ada permasalahan pada pekerjaan korban sebagai Nahkoda Kapal dan juga terhadap rekan rekan korban.
Libertius menjelaskan belum diketahui penyebab kematian korban secara pasti namun terhadap jenazah korban tetap dilakukan pemeriksaan luar di Rumah Sakit Porsea.
Polisi membawa sejumlah barang bukti yang diamankan untuk keperluan penyelidikan yakni sehelai Selimut Kecil berwarna biru kehijauan (dari TKP), Sepasang sendal jepit berwarna hitam (dari TKP), KTP (dari kamar korban), dan Berbagai macam obat – obatan (dari kamar korban)
Pihak kepolisian menyatakan masih terus mendalami penyebab pasti kejadian ini dan memeriksa sejumlah kru kapal sebagai saksi serta melakukan pemeriksaan terhadap kamar nahkoda dan pemeriksaan terhadap CCTV yang berada di Kapal Motor KMP Kaldera Toba. (Ayu)









